Hari ini saya baru mengetahui apa arti makna bahagia bagi diri saya sendiri, sebenarnya apa bahagia itu? saya tidak bisa menjelaskannya se...

Bahagia

 


Hari ini saya baru mengetahui apa arti makna bahagia bagi diri saya sendiri, sebenarnya apa bahagia itu? saya tidak bisa menjelaskannya secara detail, tapi bahagia yang baru saya dapat adalah ketika saya sudah bisa merelakan sesuatu yang membuat diri saya tenang dan nyaman.


"Money is numbers and numbers never end. If it takes money to be happy, your search for happiness will never end" - Bob Marley


Iya, hari ini saya merelakan uang yang saya sudah tabung untuk biaya sehari-hari ketika masuk kuliah nanti karena suatu hal. Di masa pandemi saat ini, saya tidak bisa lebih banyak bergerak mencari pendapatan seperti biasanya yang mana untuk saat ini saya hanya bisa memenuhi jajan saya selayaknya anak kuliahan, saya kuliah reguler tidak kuliah sambil kerja, meminta kepada ortu pun saya sudah berhenti semenjak saya semester satu.


Lantas apa hubungannya? sebelumnya saya selalu sayang mengeluarkan uang, karena saya pikir dengan saya menabung dan saya bisa mendapatkan sesuatu yang saya inginkan dapat benar-benar membuat saya bahagia, tapi, itu hanya membuat diri saya puas, dan ketika uang itu saya gunakan untuk hal yang bukan keinginan saya, tapi itu bisa membuat diri saya tenang, saya benar-benar merasakan kebahagiaan.


Ini adalah cerita bahagia saya, yang baru saya temui. Mungkin kedepannya saya akan menemukan bahagia-bahagia yang lain, dan bersamaan dengan pelajaran yang bisa saya ambil. Jangan lupa bahagia, ya. :)



Photo : kuroko-ukou(Unsplash)



23/12/2020

Naufal Rambu


0 Comments:

  Tak apa orang lain bahkan seluruh isi dunia memandang diri ini rendah, tapi satu-satunya yang tidak boleh menilai diri ini rendah adalah d...

Tak Apa

 



Tak apa orang lain bahkan seluruh isi dunia memandang diri ini rendah, tapi satu-satunya yang tidak boleh menilai diri ini rendah adalah diri ini sendiri.

Kurang dari satu bulan lagi, saya menginjak kepala dua, ada banyak sekali hal yang saya lewati sampai saat ini, dipuji, direndahkan, bahkan dihina, dan iya, saya melewatinya dan pastinya akan lebih.... banyak lagi hal-hal seperti ini di depan sana. Terkadang saya berpikir bahwa dunia ini penuh dengan ketidakadilan, penuh dengan kebohongan tapi diwarnai dengan berbagai rasa kasih sayang.

Terlalu memikirkan apa yang akan terjadi sangatlah menyusahkan, terlalu memikirkan untuk disukai banyak orang sangatlah melelahkan. Sebelumnya saya mudah terpancing emosi tapi meluapkannya hanya dengan senyuman kebohongan, itu juga melelahkan. Tenang tak apa, saya sudah tahu saya harus apa, ya, berhenti melakukan itu.

Terlalu takut dipandang rendah oleh orang lain, yang bahkan hanya bisa menilai saja, sampai saya lupa yang menjalani hidup saya adalah saya, dia bisa menilai diri saya rendah, tapi dia tidak bisa menggerakan tubuh saya dan merasakan apa yang saya rasakan. Jadi mengapa saya harus memikirkan penilaian yang menjatuhkan saya? bukannya saya anti kritik, terkadang kita samar menilai mana yang benar-benar mengkritik, mana yang benar-benar merendahkan atau mempermalukan.

"Tenang tak apa" kata-kata yang sangat saya sukai, ketika saya mengatakannya kepada diri saya sendiri, di usia saat ini saya menggeneralisasikan segala yang saya inginkan, mencoba berbagai hal yang banyak menuai kegagalan, yang membuat diri saya berkata "tenang tak apa". Karena seorang teman pernah berkata bahwa ketika hari ini saya gagal, jatah gagal saya telah berkurang di masa depan, dan iya, saya setuju dengannya.




Foto dari : chuttersnap (unsplash)



07/12/2020
Naufal Rambu  

3 Comments: