Perjalanan panjang petualang itu akhirnya menemukan titik awalnya. Ia sempat kehilangan arah, namun ia tidak berhenti untuk terus berjalan w...

Menarinya si Petualang


Perjalanan panjang petualang itu akhirnya menemukan titik awalnya. Ia sempat kehilangan arah, namun ia tidak berhenti untuk terus berjalan walau dengan lambat.

Si petualang itu berpikir kalau dengan terus berjalan, ia bisa menemukan setidaknya tempat yang layak untuknya merebahkan badan. Tidak bisa dipungkiri juga, terkadang ia berpikir untuk menyerah, namun ia disadarkan dengan impiannya, yaitu melihat aurora.

Pertama kali ia melihat aurora itu di televisinya, matanya langsung membesar seakan-akan ia telah melihat hal yang paling indah dalam hidupnya. Padahal ia baru saja menerima cobaan bertubi-tubi yang membuatnya sempat kehilangan arah.

Di siaran televisi itu ada musik yang sebenarnya ia tidak familiar dengan alunan nadanya, tapi ia tidak peduli, yang ia pedulikan hanyalah aurora yang indah, ia terkagum-kagum. Persetan dengan lagu di televisi itu, ia bisa memainkan lagu The Beatles kesukaanya ketika nanti melihat aurora secara langsung, pikirnya.

Di situ awal mula si petualang mencari informasi segala hal tentang aurora, mengapa ia bisa begitu sangat indah, dan bagaimana ia bisa ke sana. Kali ini ia sudah ditahap tergila-gila.

Tiga bulan ia mempersiapkan diri, modal dalam hal finansial bisa dibilang cukup, namun mentalnya saja yang sedikit membuatnya ragu, jantungnya berdetak seakan ingin lari dari dalam tubuhnya ketika hari H keberangkatannya.

Hari itu juga cuaca mendukungnya untuk melihat keindahan aurora, suara angin berhembus pun seakan membawanya terbang ketika pertama kali ia menapakkan kaki di tempat aurora berada.

Jantung si petualang itu sempat berhenti sedetik, ketika pertama kali ia benar-benar secara langsung melihat aurora itu, ia sempat tak bergerak karena keindahannya. Ia meletakkan tasnya dan mengambil earphone untuk memainkan lagu The Beatles kesukaannya: “Till There Was You”. Di bawah indahnya aurora, ia menari seakan kekecewaan dari perjalanan hidupnya tak pernah ada.

Si petualang itu tak pernah sebahagia ini dalam hidupnya. Kini ia bertekad untuk membangun rumah di tempat aurora itu tinggal. Perjalanan si petualang itu pun, menemukan titik awalnya.


Naufal Rambu

17/01/2024

0 Comments: