Sedari kecil saya sudah akrab dengan yang namanya perpisahan, berpisah dengan teman, berpisah dengan mainan kesayangan, hingga berpisah deng...

Perpisahan, Pertemuan



Sedari kecil saya sudah akrab dengan yang namanya perpisahan, berpisah dengan teman, berpisah dengan mainan kesayangan, hingga berpisah dengan hal yang sangat menyenangkan. Semakin umur bertambah saya semakin akrab dengannya, menjadi akrab dengan hal yang menyakitkan, hah, yang benar saja.  Hari demi hari saya bertumbuh menjadi manusia yang lebih bisa berpikir dan saya semakin banyak bertemu hal-hal baru, dan tentunya semakin banyak juga merasakan rasanya kehilangan.

Banyak sekali yang bilang awal dari pertemuan adalah perpisahan, namun menurut saya, awal dari perpisahan adalah pertemuan, kita hanya takut merasakan kehilangan tanpa berpikir bahwa sesungguhnya kita sudah banyak merasakan kehilangan sedari kecil tanpa disadari, dari kehilangan sesuatu kita bertemu dengan hal yang baru, ini aneh, tapi ini nyata.

Setiap pertemuan dan perpisahan pasti memiliki kesan yang berbeda-beda, itu sudah pasti. Saya sangat sedih ketika mainan kesayangan saya patah/rusak sewaktu kecil, saya menangis dan minta dibelikan yang baru. Saya mempunyai penyakit yang aneh sewaktu kecil, ketika saya menginginkan sesuatu, apabila yang saya inginkan tidak dibelikan, saya akan jatuh sakit, sewaktu kecil saya sering sekali dirawat di rumah sakit.

Namun disuatu waktu, ayah saya tidak membelikan mainan yang saya inginkan, ia malah membelikan sebuah komputer untuk saya. Saya tidak tahu ini sudah direncanakan olehnya atau tidak, kalau tidak salah ketika saya berumur sembilan tahun saya dibelikan sebuah komputer ini, awalnya saya tidak ingin memainkannya, karena bukan itu keinginan saya, saya belum mau berpisah dengan mainan-mainan saya, 

Karena ayah saya tidak membelikan mainan baru kepada saya, terpaksa saya harus berpisah dengan yang namanya mainan-mainan dan bertemu dengan hal baru yaitu komputer, setelah tahu di komputer bisa bermain games, saya mulai jatuh cinta dengan komputer, hahaha, secepat itu, tapi ini benar. Semenjak itu saya benar-benar melekat dengan yang namanya komputer bahkan sampai sekarang.

Pernah ketika saya sangat takut berpisah dengan seseorang yang sangat saya sudah yakini bahwa tidak ada yang seperti dia atau sulit mencari lagi yang seperti dia, namun nyatanya saya bertemu dengan berbagai macam teman yang baru, yang unik, yang secara tidak sadar menggantikan peran orang yang saya yakini sulit untuk mencarinya lagi.

Sedari kecil saya sudah akrab dengan yang namanya perpisahan, perpisahan memang menyakitkan, tapi dengan perpisahan kita dapat belajar hal yang sangat berharga dan mulai bisa membuka hati untuk berdamai dengan diri sendiri juga membuka hati untuk bertemu dengan hal baru. Saya sadar bahwa untuk terus bertumbuh saya harus terus berjalan, mencoba akrab dengan yang namanya perpisahan, juga membuka hati pada hal baru yang belum pernah dirasakan atau dapatkan.


Sampai tiba disatu titik saya berpikir bahwa Awal dari Perpisahan adalah Pertemuan.



Photo dari : Tom-Barett (Unsplash)
 

06/10/2020
Naufal Rambu

0 Comments: