Ada beberapa hal yang saya takuti ketika saya hidup di dunia ini, salah satunya adalah gagal dalam menjalin sebuah hubungan dan harus memulainya dari awal. Saya sadar bahwa hidup tidak akan terlepas dari yang namanya bertemu dan berpisah, namun entah kenapa berpisah adalah hal yang berat, dan bagi sebagian orang hal tersebut adalah sesuatu yang sulit untuk diikhlaskan, termasuk saya.
Ketika banyak teman saya mulai berlari cepat, saya masih melangkah mencari arah, iya, dalam mencari tambatan hati. Namun setiap orang memiliki waktunya masing-masing bukan? Saya kira saya memang benar-benar tidak jago dalam hal ini, atau memang saya saja yang mendramatisirnya, entahlah.
Ada lagu favorit saya dari Idgitaf yang berjudul hal indah butuh waktu untuk datang, sebatas megagumi adalah hal yang paling bisa saya lakukan untuk sekarang. Tulisan ini sebenarnya adalah sebuah cerita yang sudah biasa ditulis oleh saya yang tidak jauh-jauh dari gagalnya saya menjalin sebuah hubungan padahal belum dimulai, intinya itu saja.
Saya berpikir ada baiknya cerita ini saya tulis karena umur saya kian bertambah dan saya ingin menjadikan ini sebagai sesuatu cerita yang berharga tentang bagaimana cara saya bersikap dari kegagalan dan kehilangan yang mengajari saya arti mengikhlaskan dalam perjalanan kisah hidup saya sendiri, Naufal Rambu.
Saya pernah bertanya kepada teman-teman saya tentang artinya sebuah kehilangan yang menjadikan pelajaran berharga sampai saat ini dalam hidupnya, jawabannya beragam ada yang menjawab seputar cinta, kerjaan dan bahkan keteledoran, namun inti kesimpulannya adalah ikhlaskan. Hal yang mudah untuk diucapkan namun tidak mudah-mudah amat untuk dijalankan haha.
Hal yang paling saya tidak sukai selain pete dan jengkol adalah kehilangan, agak jauh memang. Karena terkadang kehilangan itu menyakitkan dan terasa pahit, entah kehilangan apapun itu, yang namanya kehilangan, pasti hal yang hilang tersebut memiliki arti yang lebih dalam perjalanan hidup seseorang.
Di akhir cerita saya ingin menulis, kehilangan dan kegagalan adalah sebenar-benarnya definisi rela bagi saya, ketika saya sudah merelakan, saya hanya ingin mengingat hal-hal baik dari kegagalan dan kehilangan tersebut. Karena hanya dengan hal demikian saya bisa benar-benar tahu apa arti ikhlas sesungguhnya.
Photo : Unsplash / @sofiameli
Naufal Rambu
05/05/2022


0 Comments: