Senang, sedih dan masih belum percaya, mungkin itulah kondisi yang dapat saya rasakan pada siang hari di tanggal 27 Agustus tahun 2022. Hari...

Bahagia di Akhir Cerita


Senang, sedih dan masih belum percaya, mungkin itulah kondisi yang dapat saya rasakan pada siang hari di tanggal 27 Agustus tahun 2022. Hari dimana saya melakukan sidang penelitian tugas akhir kuliah, yang memastikan saya untuk mendapatkan gelar S.I.Kom. Setelah melakukan sidang tersebut, perasaan saya sangatlah emosional, karena saya mengingat berbagai momen yang saya lalui selama perjalanan kuliah ini.


Tidak seperti kebanyakan teman-teman saya yang mendapatkan berbagai macam dukungan dan support dari orang tuanya, saya memulai perjalanan kuliah saya dengan keadaan yang tidak diinginkan. Bahkan karena keadaan tersebut saya sempat kabur dari rumah. Saya tidak akan bercerita detail di sini, namun pada intinya perjalanan kuliah saya dimulai tidaklah dengan kondisi yang bahagia.


Berkat kejadian tersebut saya berjanji kepada diri saya sendiri, bahwa saya akan benar-benar menjalankan kuliah ini dengan baik dan tanggung jawab. Disaat yang bersamaan saya harus mulai mencari pekerjaan, setidaknya untuk jajan dan bensin sehari-hari, kondisi keluarga saya di awal masuk kuliah sedang terpuruk-puruknya. Jadi mereka hanya bisa membiayai saya untuk bayaran per-semester saja dan itu sudah Alhamdulillah sekali. Untuk jajan sehari-hari saya harus mencarinya sendiri, dan saya pun mengerti, saya tidak pernah meminta.


Saya mengerjakan pekerjaan apa saja yang dapat menghasilkan uang dengan cepat, mulai menjadi admin penginput data, asisten guru senam untuk menyiapkan lagu-lagu, menjadi tukang foto produk olahraga hingga menjadi tukang print saya pernah melakukannya, itu saya lakukan dari rentan waktu semester satu hingga tiga. Disaat teman-teman saya sehabis pulang kuliah, mereka nongkrong, saya tidaklah bisa meluangkan banyak waktu untuk nongkrong, karena saya harus menghemat uang saya.


Keinginan saya hanya satu pada saat itu, lulus kuliah tepat pada waktunya, tidak peduli jika saya dicap mahasiswa kupu-kupu pada saat itu. Hal baik pun muncul di semester empat masuk ke lima, saya mulai merapihkan CV dan portofolio pribadi saya untuk segera melamar di berbagai perusahaan sebagai video editor ataupun graphic designer, pekerjaan yang selama ini saya dambakan karena saya senang melakukannya. Kebetulan pada saat itu kuliah sudah mulai berbasis online, yang mana saya bisa lebih fleksibel mengatur waktu.


Saya melamar di berbagai macam perusahaan, namun tidak ada yang menerima, mungkin karena saya masih terlalu dini dengan CV dan portofolio saya. Namun saya tidak berhenti untuk berusaha sekaligus tetap berdoa. Tidak disangka-sangka teman saya menawarkan saya untuk kerja di kenalannya menjadi admin sekaligus graphic designer, walau gajinya jauh dari kata worth it dengan apa yang dikerjakan, tanpa pikir panjang saya langsung menerimanya. Dari situlah awal mula saya mengembangkan pemikiran saya dengan lingkungan kerja. Tidak berhenti di sana, setelah kontrak saya habis saya langsung mencari pekerjaan kembali, lagi dan lagi hingga akhirnya sampai sekarang saya bekerja di perusahaan yang bisa dibilang cukup bernama, karena pemiliknya adalah idola saya sendiri, karena beliau merupakan salah satu seorang yang menjadi ikon peradilan yang ada di Indonesia pada saat ini, bagi saya.


Berkuliah reguler sambil bekerja awalnya sangatlah melelahkan, saya harus mengorbankan jam tidur saya, karena jika tidak seperti itu, kuliah saya berantakan, jadi saya lebih memilih jam tidur saya yang berantakan daripada kuliah saya yang berantakan hahaha. Sampai terkadang orang tua saya membangunkan saya, untuk mengatakan tidur yang benar, jangan keseringan tidur di depan laptop dalam keadaan laptop yang masih menyala. Ah, saya jadi malu, sejak saat itu dari pintu kamar yang tidak pernah ditutup kalau malam, sekarang saya tutup.


Seiring perjalanan waktu juga, keadaan keluarga saya kian membaik, menjadi cukup dari yang kekurangan, menjadi menerima dari yang tadinya tidak bisa menerima, dan menjadi hangat dari yang tadinya emosi sering kali meluap-luap. Karena keadaan itulah saya dapat terus berkembang dan menjadi kuat setiap detiknya, mendapatkan pelajaran dari pengalaman sendiri memanglah hal yang sangat berharga.


Puncak dari awal doa saya empat tahun lalu untuk lulus tepat pada waktunya pun akhirnya tiba pada tanggal 27 Agustus tahun 2022 kemarin. Rasa senang karena bisa sampai di titik ini memang perlu diapresiasi, saya menangis haru sedikit setelah menutup salam akhir dari presentasi saya. Perjalanan yang sebenarnya barulah dimulai, saya sadar akan hal itu, namun saya ingin menikmati rasa bahagia haru ini sebentar saja, karena saya memulai kuliah dengan keadaan yang buruk namun menyelesaikan disaat keadaan yang berbahagia. Terima kasih ya Allah.


Naufal Rambu

28/12/2022


0 Comments: